Dalam kitab Sunan Ibnu Majah,
dalam sebuah hadits marfu’ diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah
Shallallahu A’laihi Wassallam bersabda, “Barang siapa minum tiga
sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan, niscaya ia tidak akan
terkena penyakit berat.” Madu (Al ‘Asal) selain mengandung air,
glukosa, fruktosa, sukrosa, dan asam lemak, ia juga mengandung berbagai
vitamin. Salah satunya yang berfungsi bagi pengobatan stroke adalah
vitamin B1 yang berfungsi untuk menormalisasi kelumpuhan pada syaraf.
Selain itu mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan
melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen dari kerusakan.
- Jelai Gandum (Hordeum vulgare)
Dari
Aisyah Rhadiyanllahu Anhu, diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah
diberi tahu bahwa ada orang yang sakit dan tidak mau makan, beliau
berkata, “hendaknya kalian buatkan bubur sya’ir (jelai gandum) dengan
daging, lalu suapkan kepadanya.” Beliau bersabda, “Demi Zat yang jiwaku
ada di Tangan-Nya, sesungguhnya makanan itu bisa membersihkan perut
salah seorang di antara kalian sebagaimana salah seorang di antara
kalian membersihkan wajah dari kotoran.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan
Nasa’i).
Jelai mirip seperti gandum karena berasal dari
suku yang sama, Poaceae. Jelai yang dibuat bubur dengan campuran gulai
daging (Talbinah) atau dibuat roti dicampur sup daging (Tsarid) adalah
makanan yang baik bagi penderita sakit parah.
Ibnu Qoyyim
mengatakan Sifatnya yang lembut dan dapat menambah kelembaban dapat
meningkatkan panas tubuh alami secara lebih maksimal, selain itu lebih
menyentuh dasar lambung.
Rasa duka, kesedihan atau penyakit
degeneratif semacam stroke menyebabkan dinginnya kondisi kejiwaan dan
melemahkan panas tubuh alami karena dominasi hati yang berduka
mempengaruhi seluruh tubuh untuk menjadi dingin oleh sebab itu
Rasulullah bersabda, “Bubur daging ini dapat menentramkan hati pasien
dan menghilangkan kesedihannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pasien
stroke sulit untuk menerima makanan karena gangguan syaraf tubuh atau
hilangnya selera makan, oleh sebab itu hanya makanan yang lembut yang
dapat dicerna dengan efektif, selain tubuh memanfaatkan glikogen yang
tersimpan di dalam hati dan otot-otot.
Jelai yang ditumbuk halus dan sup daging adalah cara terbaik untuk menguatkan hati, karena hati adalah raja seluruh tubuh.
- Bawang Putih (Allium sativum)
Mengenai
bawang putih dalam hadits disebutkan, “Barangsiapa hendak makan kedua
benda ini (bawang merah dan bawang putih), hendaknya dimasak dengan
sempurna.”
Bawang putih (Tsaum) bersifat panas dan
kering. Dapat memberikan kehangatan tingkat tinggi. Mengandung minyak
atsiri yang berfungsi untuk menurunkan kadar lemak dalam darah baik
kolesterol maupun trigliserida dan mencegah artherosclerosis. Ibnu
Qoyyim menyebutkan bawang putih dapat mengganggu otak dan mata, maka
dalam mengkonsumsinya dapat ditambah daun rue atau memasaknya hingga
sempurna.
- Jintan Hitam (Nigella sativa)
Abu
Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Makanlah jintan
hitam, karena ia mengandung obat dari segala jenis penyakit kecuali
kematian.”
Jintan hitam (Habbatussauda) bersifat panas dan
kering pada tingkatan ketiga. Jintan hitam dapat menstimulasi seluruh
organ dan memperbaiki kinerja metabolisme secara umum.
- Minyak zaitun (Olea europaea)
“Dan
pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan
minyak, dan pemakan makanan bagi orang yang makan.” (Al Mukminun: 20).
Menurut andrea Weil, seorang pakar gizi amerika, kata sibgh yang
terdapat pada ayat ini berasal dari kata sibhgiyyat yang berarti
kromosom. Karena DNA hanya bekerja 10% saja sementara yang 90% sisanya
kosong, setiap 7 tahun terjadi pergantian 10% dari 90% kromosom yang
tersisa. Dari sini tampak sisi mukjizat hadits Rasulullah, “Umur umatku
adalah antara 60 sampai 70 tahun.”
Ketika manusia telah
mencapai umur 63 tahun maka telah sampai pada 10% terakhir dari DNA yang
ada dan setelah itu manusia menjadi tua renta. Minyak zaitun dapat
digunakan untuk menjaga 10% terakhir dari kromosom ini. Secara ilmiah
minyak zaitun telah terbukti mampu menjaga unsur DNA tidak terkikis dari
rantai ujungnya dan menjaga agar tidak terjadi jarak yang menyebabkan
loncatan atau perubahan menjadi sel kanker.
Minyak zaitun
kaya dengan kandungan omega 9 yang dikenal mampu menurunkan LDL dan
menaikkan kadar HDL, selain itu minyak zaitun mengandung vitamin E.
Minyak zaitun mengandung vitamin D yang berfungsi untuk mencegah
kelumpuhan tulang. Minyak zaitun yang terbaik adalah yang berasal dari
perasan dingin (Cold Press Oil) pada perasan pertama (Extra Virgin).
Diriwayatkan
bahwa Umar bin Khattab hanya makan minyak zaitun dan cuka. Umar tidak
makan daging hingga setelah fakir miskin kaum muslimin mampu membeli
makanan. Menambahkan minyak zaitun pada makanan adalah cara terbaik
untuk penggunaan terapi penyembuhan. Dr. Kabursy mengungkapkan
“kebutuhan asam lemak tak jenuh meningkat ketika memasuki fase
menopause.” Berdasarkan hasil penelitian mereka yang mengkonsumsi minyak
zaitun memiliki daya ingat yang lebih baik dan lebih responsif.
- Sambiloto (Andrographis paniculata)
Herba
sambiloto rasanya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus
besar dan usus kecil. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai
efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskemik, efek
pada respirasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi, dan antibakteri.
Herba
sambiloto dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci,
dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan. Untuk terapi darah tinggi
atau stroke daun sambiloto segar sebanyak 5 – 7 lembar diseduh dengan
1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah
dingin minum sekaligus 3 kali sehari.
- Daun Dewa (Gynura divaricata)
Kandungan
daun dewa antara lain, flavonoid, saponin, minyak atsiri. Daunnya
berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah,
menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan
lain-lain. Umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah
pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.
Daun
dewa juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol, minyak atsirinya
dapat merangsang sirkulasi darah. Juga bersifat analgetik dan
antiinflamasi. Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan
(mencegah pembekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan
perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun.
Untuk
terapi stroke diantaranya bisa menggunakan 30 gr daun dewa segar dan
15 helai daun dewa yang kering dicuci, direbus dengan 0.5 liter air
hingga tersisa setengahnya. Minum 2x sehari campur madu secukupnya.