Selasa, 23 Desember 2014

Pengobatan Parkinson

Pengobatan Penyakit Parkinson

Pengobatan penyakit Parkinson saat ini bertujuan untuk mengurangi gejala motorik dan memperlambat progresivitas penyakit. Tetapi selain gangguan motorik penyakit Parkinson juga mengakibatkan gejala non motorik seperti depresi dan penurunan kognitif, disamping terdapat efek terapi obat jangka panjang. Tidak ada obat untuk Parkinson, tetapi banyak jenis obat dan operasi dapat mengendalikan gejala penyakit tersebut. Perawatan pada penderita penyakit Parkinson bertujuan memperlambat atau menghambat perkembangan penyakit dengan pemberian obat dan terapi fisik untuk melatih sel-sel otot.
Walaupun Penyakit Parkinson sampai dengan saat ini belum dapat disembuhkan, terdapat kemajuan dalam pengobatan beberapa tahun belakangan ini, berdasarkan pada pemahaman baru dari kondisi dan proses penyakitnya. Diagnosa awal, obat-obatan, strategi rehabilitasi, dan upaya menolong diri sendiri telah memberikan manfaat pada pasien Penyakit Parkinson dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
 
A. Pengendalian gejala dengan obat. 

Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat, tetapi tidak satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya, fungsi obat-obat tersebut adalah untuk membuat penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Untuk mempertahankan mobilitasnya, penderita dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-harinya sebanyak mungkin dan mengikuti program latihan secara rutin. 
Ada beberapa jenis obat yang bisa dipakai untuk mengendalikan gejala penyakit Parkison, yaitu:

  • Obat yang menaikkan kadar dopamine di otak yaitu levodopa: Madopar,
  • Obat yang cara kerjanya mirip dopamin (Dopamin agonist): Sifrol,
  • Obat yang bekerja menghambat kerusakan dopamine di otak (MAO B inhibitor): Jumex,
  • Yang membantu koordinasi kerja otot (antikolinergik) antara lain: Artane,
  • Lain-lain misalnya: Amantadine
Obat poten (pilihan utama) untuk Parkinson sampai sekarang ini adalah levodopa, walaupun penggunaannya sudah mulai dikurangi disebabkan oleh banyaknya efek samping yang ditemukan.
Khusus untuk levodopa masa kerja obat ada batasannya, artinya suatu saat efek obat tersebut akan berkurang bahkan menghilang walaupun dosisi telah optimal (fenomena on – off) sehingga perlu dikombinasikan dengan obat lain.
Obat anti Parkinson terdiri atas empat golongan, diantaranya:
-         Obat Dopaminerik sentral: Prekursor DA (Levodopa) dan Agonis DA (Bromokriptin, apomorfin, ropinirol, pramipreksol)
  • Levodopa.
Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa. Di dalam otak, levodopa diubah menjadi dopamin. Obat ini mengurangi tremor dan kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. Penderita Parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri. Penambahan Karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas Levodopa di dalam otak dan untuk mengurangi efek Levodopa yang tidak diinginkan di luar otak. Kini ada kombinasi tiga obat selain Levodopa dan Karbidopa juga ditambahkan Entacapone. Dimana fungsi Entacapone membantu kerja kedua obat tersebut dengan memperlancar masuknya kedua obat tersebut ke otak.
Mekanisme Kerja. Di dalam otak Levodopa dirubah menjadi Dopamin. Pengubahan levodopa menjadi dopamin membutuhkan adanya dekarboksilase asam L-amino aromatik.
Efek samping. Yang paling sering terjadi adalah mual, muntah dan anoreksia. Pada permulaan terapi juga dapat timbul hipotensi ortostatis dan gangguan pusat ringan seperti gelisah, rasa takut, bingung dan pikiran kacau.
Interaksi Obat. Piridoksin, sebagai ko-enzim, mempercepat perombakan perifer levodopa dengan jalan memperkuat  kegiatan dekarboksilase.
  • Bromokriptin.
Bromokriptin merupakan prototip kelompok ergolin yaitu alkaloid ergot yang bersifat dopaminergik, yang dikelompokkan sebagai ergolin.
Mekanisme Kerja. Bromokriptin merangsang reseptor dopeminergik. Obat ini lebih besar afinitasnya terhadap reseptor D2 dan merupakan antagonis reseptor D1. organ yang dipengaruhi ialah yang memilki reseptor dopamin yaitu SSP, kardiovaskular, poros hipotalamus dan saluran cerna.
Efek samping. Efek samping bromokriptin memperlihatkan variasi individu yang nyata. Gangguan psikis berupa halusinasi penglihatan dan pendengaran lebih sering ditemukan dibandingkan dengan pemberian levodopa. Efek samping yang jarang-jarang terjadi adalah eritromelalgia, kemerahan, nyeri, panas dan edema ditungkai bawah.
Interaksi Obat. Pemberian obat bersama antasid atau makanan, mengurangi mual yang berat. Antipsikotropika dan metoklorpromida sebagai antagonis dopamin, dapat mengurangi efeknya.

-         Obat antikolinergik sentral:

Senyawa antikolinergik sentral: triheksifenidil, biperidin, sikrimin, prosiklidin, benzotropin mesilat, dan karamifen.
Senyawa antihistamin : Difenhidramin,  klorfenoksiamin, orfenadrin, dan fenindamin.
Derivat fenotiazin : etopropazin, prometazin, dan dietazin.
Antikolinergik merupakan obat alternatif levodopa dalam  pengobatan Parkinsonisme. Prototip kelompok ini adalah triheksifenidil. Termasuk dalam kelompok ini adalah biperidin, prosiklidim, benzotropin, dan antihistamin.
Mekanisme Kerja. Dasar kerja obat ini adalah mengurangi efektivitas kolinergik yang berlebihan di ganglia basal.
Efek samping. Antiparkinson kelompok antikolinergik menimbulkan efek samping sentral dan perifer. Efek samping sentral dapat berupa gangguan neurologik yaitu: ataksia, disartria, hipertermia, gangguan mental, pikiran kacau, amnesia, delusi, halusinasi, somnolen, dan koma.
Interaksi Obat. Obat Parkinson dapat melawan atau meniadakan efek antipsikotika dan bisa mencetuskan gejala psikosi pada pasien yang ditangani dengan dua obat. Dengan demikian dianjurkan untuk menurunkan dosis obat Parkinson. Sebaliknya antidepresiva dapat memperkuat efek kognitif dari antikolinergika.

-         Obat Dopamino-antikolinergik: Amantadin dan Antidepresan trisiklik
Amantadin

Amantadin adalah antivirus yang digunakan terhadap influenza Asia. Secara kebetulan penggunaan amantandin pada seorang pasien yang menderita influenza yang juga menderita Parkinson memperlihatkan perbaikan gejala neurologik. Kenyataan ini merupakan titik tolak penggunaan amantandin.
Mekanisme kerja. Amantandin diduga meningkatkan aktivitas dopaminergik serta menghambat aktivitas kolinergik di korpus striatum. Amantandin membebaskan DA dari ujung saraf dan menghambat ambilan prasinaptik DA, sehingga memperpanjang waktu paruh DA di sinaps.
Efek samping. Efek samping amantandin menyerupai gejala intoksikasi atropin. Gejala yang dapat timbul adalah depresi, gelisah, insomnia, pusing, gangguan saluran cerna, mulut kering dan dermatitis.

-         Penghambat MAO-B: Selegilin

Selegilin merupakan penghambat monoamin oksidase-B (MAO-B) yang relatif spesifik. Saat ini dikenal dua bentuk penghambat MAO, tipe A yang terutama berhubungan dengan deaminasi oksidatif norepinefrin dan serotonin, tipe B yang memperlihatkan aktivitas terutama pada dopamin.
Mekanisme kerja. Selegilin menghambat deaminasi dopamin sehingga kadar dopamin sehingga kadar dopamin di ujung saraf dopaminergik lebih tinggi. Selain itu, ada hipotesis yang mengemukakan bahwa selegilin mungkin mencegah pembentukan neurotoksin endogen yang membutuhkan aktivasi oleh MAO-B.
Efek samping. Efek samping berat tidak dilaporkan terjadi, efek samping kardoivaskuler jelas kurang dari penghambat MAO-A. Hipotensi, mual, kebingungan dan psikosis pernah dilaporkan.

Obat-obatan untuk mengobati penyakit Parkinson:

Obat Aturan Pemakaian Keterangan
Levodopa
(dikombinasikan dengan karbidopa)
Merupakan pengobatan utama untuk Parkinson. Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya
Mulai dengan dosis rendah, yang selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh
Setelah beberapa tahun digunakan, efektivitasnya bisa berkurang
Bromokriptin atau pergolid Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru Jarang diberikan sendiri
Seleglin Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak
Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin (difenhidramin) Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levodopa, mulai diberikan dalam dosis rendah Bisa menimbulkan beberapa efek samping
Amantadin Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yang ringan
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa
Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri

B. Operasi.
Untuk penderita yang tidak berhasil dikelola dengan obat, tindakan operasi dengan cara menanamkan elektrode (implant) di otak yang disebut Deep brain stimulation adalah pilihan yang sangat membantu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar