Pengobatan Penyakit Parkinson
Pengobatan penyakit Parkinson saat ini bertujuan untuk mengurangi
gejala motorik dan memperlambat progresivitas penyakit. Tetapi selain
gangguan motorik penyakit Parkinson juga mengakibatkan gejala non
motorik seperti depresi dan penurunan kognitif, disamping terdapat efek
terapi obat jangka panjang. Tidak ada obat untuk Parkinson, tetapi
banyak jenis obat dan operasi dapat mengendalikan gejala penyakit
tersebut. Perawatan pada penderita penyakit Parkinson bertujuan
memperlambat atau menghambat perkembangan penyakit dengan pemberian obat
dan terapi fisik untuk melatih sel-sel otot.
Walaupun Penyakit Parkinson sampai dengan saat ini belum dapat
disembuhkan, terdapat kemajuan dalam pengobatan beberapa tahun
belakangan ini, berdasarkan pada pemahaman baru dari kondisi dan proses
penyakitnya. Diagnosa awal, obat-obatan, strategi rehabilitasi, dan
upaya menolong diri sendiri telah memberikan manfaat pada pasien
Penyakit Parkinson dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
A. Pengendalian gejala dengan obat.
Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat, tetapi tidak
satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau
menghentikan perkembangannya, fungsi obat-obat tersebut adalah untuk
membuat penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang
harapan hidup penderita. Untuk mempertahankan mobilitasnya, penderita
dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-harinya sebanyak
mungkin dan mengikuti program latihan secara rutin.
Ada beberapa jenis obat yang bisa dipakai untuk mengendalikan gejala penyakit Parkison, yaitu:
- Obat yang menaikkan kadar dopamine di otak yaitu levodopa: Madopar,
- Obat yang cara kerjanya mirip dopamin (Dopamin agonist): Sifrol,
- Obat yang bekerja menghambat kerusakan dopamine di otak (MAO B inhibitor): Jumex,
- Yang membantu koordinasi kerja otot (antikolinergik) antara lain: Artane,
- Lain-lain misalnya: Amantadine
Obat poten (pilihan utama) untuk Parkinson sampai sekarang ini adalah levodopa, walaupun penggunaannya sudah mulai dikurangi disebabkan oleh banyaknya efek samping yang ditemukan.
Khusus untuk levodopa masa kerja obat ada batasannya, artinya suatu
saat efek obat tersebut akan berkurang bahkan menghilang walaupun dosisi
telah optimal (fenomena on – off) sehingga perlu dikombinasikan dengan
obat lain.
Obat anti Parkinson terdiri atas empat golongan, diantaranya:
- Obat Dopaminerik sentral: Prekursor DA (Levodopa) dan Agonis DA (Bromokriptin, apomorfin, ropinirol, pramipreksol)
- Levodopa.
Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa. Di dalam
otak, levodopa diubah menjadi dopamin. Obat ini mengurangi tremor dan
kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. Penderita Parkinson ringan bisa
kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang
sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri. Penambahan
Karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas Levodopa di dalam
otak dan untuk mengurangi efek Levodopa yang tidak diinginkan di luar
otak. Kini ada kombinasi tiga obat selain Levodopa dan Karbidopa juga
ditambahkan Entacapone. Dimana fungsi Entacapone membantu kerja kedua
obat tersebut dengan memperlancar masuknya kedua obat tersebut ke otak.
Mekanisme Kerja. Di dalam otak Levodopa dirubah
menjadi Dopamin. Pengubahan levodopa menjadi dopamin membutuhkan adanya
dekarboksilase asam L-amino aromatik.
Efek samping. Yang paling sering terjadi adalah mual, muntah dan
anoreksia. Pada permulaan terapi juga dapat timbul
hipotensi ortostatis dan gangguan pusat ringan seperti gelisah, rasa
takut, bingung dan pikiran kacau.
Interaksi Obat. Piridoksin, sebagai ko-enzim,
mempercepat perombakan perifer levodopa dengan jalan memperkuat
kegiatan dekarboksilase.
- Bromokriptin.
Bromokriptin merupakan prototip kelompok ergolin yaitu alkaloid ergot
yang bersifat dopaminergik, yang dikelompokkan sebagai ergolin.
Mekanisme Kerja. Bromokriptin merangsang reseptor dopeminergik. Obat
ini lebih besar afinitasnya terhadap reseptor D2 dan merupakan antagonis
reseptor D1. organ yang dipengaruhi ialah yang memilki reseptor dopamin
yaitu SSP, kardiovaskular, poros hipotalamus dan saluran cerna.
Efek samping. Efek samping bromokriptin memperlihatkan variasi
individu yang nyata. Gangguan psikis berupa halusinasi penglihatan dan
pendengaran lebih sering ditemukan dibandingkan dengan pemberian
levodopa. Efek samping yang jarang-jarang terjadi adalah eritromelalgia,
kemerahan, nyeri, panas dan edema ditungkai bawah.
Interaksi Obat. Pemberian obat bersama antasid atau makanan,
mengurangi mual yang berat. Antipsikotropika dan metoklorpromida sebagai
antagonis dopamin, dapat mengurangi efeknya.
- Obat antikolinergik sentral:
Senyawa antikolinergik sentral: triheksifenidil, biperidin, sikrimin, prosiklidin, benzotropin mesilat, dan karamifen.
Senyawa antihistamin : Difenhidramin, klorfenoksiamin, orfenadrin, dan fenindamin.
Derivat fenotiazin : etopropazin, prometazin, dan dietazin.
Antikolinergik merupakan obat alternatif levodopa dalam pengobatan
Parkinsonisme. Prototip kelompok ini adalah triheksifenidil. Termasuk
dalam kelompok ini adalah biperidin, prosiklidim, benzotropin, dan
antihistamin.
Mekanisme Kerja. Dasar kerja obat ini adalah mengurangi efektivitas kolinergik yang berlebihan di ganglia basal.
Efek samping. Antiparkinson kelompok antikolinergik menimbulkan efek
samping sentral dan perifer. Efek samping sentral dapat berupa gangguan
neurologik yaitu: ataksia, disartria, hipertermia, gangguan mental,
pikiran kacau, amnesia, delusi, halusinasi, somnolen, dan koma.
Interaksi Obat. Obat Parkinson dapat melawan atau meniadakan efek
antipsikotika dan bisa mencetuskan gejala psikosi pada pasien yang
ditangani dengan dua obat. Dengan demikian dianjurkan untuk menurunkan
dosis obat Parkinson. Sebaliknya antidepresiva dapat memperkuat efek
kognitif dari antikolinergika.
- Obat Dopamino-antikolinergik: Amantadin dan Antidepresan trisiklik
Amantadin
Amantadin adalah antivirus yang digunakan terhadap influenza
Asia. Secara kebetulan penggunaan amantandin pada seorang pasien yang
menderita influenza yang juga menderita Parkinson memperlihatkan
perbaikan gejala neurologik. Kenyataan ini merupakan titik tolak
penggunaan amantandin.
Mekanisme kerja. Amantandin diduga meningkatkan aktivitas
dopaminergik serta menghambat aktivitas kolinergik di korpus striatum.
Amantandin membebaskan DA dari ujung saraf dan menghambat ambilan
prasinaptik DA, sehingga memperpanjang waktu paruh DA di sinaps.
Efek samping. Efek samping amantandin menyerupai gejala intoksikasi
atropin. Gejala yang dapat timbul adalah depresi, gelisah, insomnia,
pusing, gangguan saluran cerna, mulut kering dan dermatitis.
- Penghambat MAO-B: Selegilin
Selegilin merupakan penghambat monoamin oksidase-B (MAO-B) yang
relatif spesifik. Saat ini dikenal dua bentuk penghambat MAO, tipe A
yang terutama berhubungan dengan deaminasi oksidatif norepinefrin dan
serotonin, tipe B yang memperlihatkan aktivitas terutama pada dopamin.
Mekanisme kerja. Selegilin menghambat deaminasi dopamin sehingga
kadar dopamin sehingga kadar dopamin di ujung saraf dopaminergik lebih
tinggi. Selain itu, ada hipotesis yang mengemukakan bahwa selegilin
mungkin mencegah pembentukan neurotoksin endogen yang membutuhkan
aktivasi oleh MAO-B.
Efek samping. Efek samping berat tidak dilaporkan terjadi, efek
samping kardoivaskuler jelas kurang dari penghambat MAO-A. Hipotensi,
mual, kebingungan dan psikosis pernah dilaporkan.
Obat-obatan untuk mengobati penyakit Parkinson:
| Obat | Aturan Pemakaian | Keterangan |
| Levodopa (dikombinasikan dengan karbidopa) |
Merupakan pengobatan utama untuk Parkinson. Diberikan
bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi
efek sampingnya Mulai dengan dosis rendah, yang selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh |
Setelah beberapa tahun digunakan, efektivitasnya bisa berkurang |
| Bromokriptin atau pergolid | Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru | Jarang diberikan sendiri |
| Seleglin | Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa | Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak |
| Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin (difenhidramin) | Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levodopa, mulai diberikan dalam dosis rendah | Bisa menimbulkan beberapa efek samping |
| Amantadin | Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yang ringan Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa |
Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri |
B. Operasi.
Untuk penderita yang tidak berhasil dikelola dengan obat, tindakan operasi dengan cara menanamkan elektrode (implant) di otak yang disebut Deep brain stimulation adalah pilihan yang sangat membantu.
Untuk penderita yang tidak berhasil dikelola dengan obat, tindakan operasi dengan cara menanamkan elektrode (implant) di otak yang disebut Deep brain stimulation adalah pilihan yang sangat membantu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar